I am Quchie.
I'm not beautiful like you. I'm beautiful like ME.
chierita - December 16, 2011 11:08 AM - Text
Status Sosial?

Pulang dari cek behel, saya laporan ke mama: “Ma.. sekitar 2 ato 3 kali periksa lagi, behel teteh udah bisa dilepas” 

Di situ ada ade saya juga, dia nyeplos nyindir pembicaraan kami dulu: “nanti kalo pulang ke Indo ga akan diomongin sama sales lagi donk!”

OK.. sedikit cerita..

Tahun 2010 saya pulang ke Indonesia, liburan. Waktu itu saya sudah mengenakan behel. Satu hari saya jalan bareng nenek saya ke BIP, di sana ada yang lagi promosi kompor listrik. Salesnya mendekati kami dan menawarkan barangnya. Setelah si sales ngomong banyak tentang barangnya, nenek saya pun bilang: “Mahal ah! ga punya uang ibu mah..”. Sales balik menjawab: “Masa ga punya uang bu? Anaknya itu bisa pake behel!” 

OK! Dari situ hati saya sepet! Bukan karena saya dibilang anaknya nenek saya ya! Tapi karena dicap “berbehel = berduit”.

Kalau bukan karena gigi saya bermasalah, saya juga ga mau pake behel ini! Saya bingung kenapa banyak orang yang membela-bela pengen berbehel, padahal giginya sudah rapi? Bahkan, saya pernah menemukan kawat behel ini dijual umum! Tanpa perantara dokter! Hey bukannya itu malah bisa bikin gigi rusak? Ato mungkin ada efek lain, infeksi mulut misalnya? Apa bagusnya gigi dipageri kawat? Apa karena cap tadi itu? Status sosial? 

Ngomong-ngomong status sosial, masih banyak yang kami bicarakan waktu itu ttg ini, bukan behel saja. Ga usah saya singgung apa saja. Yang mau saya singgung, satu kalimat dari ade saya: “Kalau di Jerman mah, status sosial bukan dari yang begituan, tapi pendidikan. Kalau kita pinter bisa dipandang orang waaah!”.

*Maaf kalau ada yang tersinggung, saya hanya mengungkapkan isi hati saja* 

Short URL for this post - http://tmblr.co/Z7VuVyDKbMBb